Thursday, 4 April 2013

Manisnya Jeruk dan Gula Kelapa Paranggupito Semanis Penduduknya

INFOWONOGIRI.CO.ID – PARANGGUPITO – Dua hari yang lalu, saya jalan jalan ke wilayah Kecamatan Paranggupito. Tepatnya pada hari Minggu (31/3) dan Senin (1/4) lalu. Tujuan saya ke sana, pertama adalah ingin memenuhi rasa kerinduan yang dalam terhadap keindahan pantai Nampu Paranggupito.
Juga karena kangen dengan ke-elokan kawasan pegunungan yang nyaris seluruhnya berbatu. Ya, ke-ikhasan wilayah sisi Selatan Kabupaten Wonogiri ini adalah batu-batunya. Kenapa? Karena bebatuan di wilayah sana memiliki pori-pori berukuran lebar lebar, seperti rumah semut khas Irian Jaya dan Papua, dan Jaya Wijaya.

Kehasan lain, karakter pegunungannya memiliki ujung yang cukup runcing, bahkan keruncingan mengerucut menyerupai kukusan atau kubus terbalik. Dan, ini jarang dapat ditemui di daerah lain. Jika di pandang dari jauh, semisal dari wilayah Kecamatan tetangga, misalnya Pracimantoro atau Giritontro dan atau Giriwoyo, maka terlihat makin indah.

Kelebihan lain, gunung bebatuan disana cenderung banyak berwarna hitam. Sedikit sekali yang berwarna crem atau coklat, terkecuali gunung tersebut telah ditambang sebagai bahan kalsit atau kapur.

Satu lagi, sejak empat bulan silam wilayah di sana telah diguyur hujan panjang. Pastinya wilayah di sana menjadi sejuk dan teduh. Pasalnya rerumputan dan dedaunan telah tumbuh. Sehingga Paranggupito tampak hijau, dan subur. Tanaman singkong dan kacang tanah pun bertumbuh di tepi sepanjang jalan, mulai dari Giribelah sampai dengan Nampu, tampak subur dan lebat dedaunannya. Blarak daun pepohonan kelapa berbisik tertiup angin dan melambaikan daunnya.

Ada dua hal yang tak bisa dilupakan. Adalah gula kelapa asli dan jeruk asli Paranggupito. Mau tahu, kelebihan gula kelapa Paranggupito adalah gula kelapanya yang terasa manis. Manis sekali, namun tidak membuat neg/membosankan di mulut atau leher. Sebab gula kelapa di sana dibuat dengan air bunga pohon kelapa pilihan.

Nahhhh yang kedua adalah, jeruk khas Parang. Saat ini penduduk di sana mulai memasuki musim panen. Diperkirakan sepekan sampia dua pekan kedepan sedang rame ramenya musim jeruk Parang. Kelebih jeruk ini, rasanya manis dan memiliki aroma yang cukup harum. Warna bulir bulir buah jeruk ini berwarna merah hati, sedangkan kulit dalamnya berwarna merah muda / pink. “Mau nyoba, kesana lagi yuuuk?” ujar Heri, kawan saya. Pepohonan jeruk banyak dimiliki penduduk hampir di semua Desa.[Bagus]

Sumber: infowonogiri

No comments:

Post a Comment