Senin, 20 Mei 2013

Batik Jambu Monyet Khas Wonogiri

Batik Jambu Monyet Khas Wonogiri | Foto Eka
INFOWONOGIRI.CO.ID – WONOGIRI -  Batik merupakan warisan Nenek Moyang Bangsa Indonesia, kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari Budaya Indonesia (Budaya Jawa). Batik pada awalnya memiliki ragam dan corak yang terbatas. Batik Jawa kebanyakan berkembang di Daerah Solo atau biasa disebut dengan batik Solo.

Seiring dengan perkembangan jaman, batik mulai berkembang di berbagai wilayah di Jawa. Wonogiri terkenal dengan Kota Gaplek, tapi siapa mengira. Melalui tangan kreatif putra putri Wonogiri, saat ini berkembang beberapa sentra kerajinan batik.

Dalam Pameran Produk Unggulan Daerah yang diselenggarakan di GOR Giri Mandala. Juga dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri yang ke-272 Tahun 2013, kita bisa melihat beberapa stan yang memajang berbagai produk kerajinan batik. Salah satunya adalah stan yang dari Kecamatan Tirtomoyo.

Salah seorang perajin batik, Daryono alamat di Desa Sendang RT 01 RW 03, mampu menyelesaikan 35 lembar batik perhari dibantu delapan orang tenaga kerja. Sebagian besar hasil kerajinan batiknya dijual ke Solo. Untuk harga ekonomis cukuplah dengan batik cap, dengan Rp.65.000 kita sudah bisa menebus 1 lembar kain batik. Untuk anda yang berselera tinggi sediakan dana setidaknya Rp.1.000.000 untuk 1 lembar kain batik dari Tirtomoyo ini, karena butuh waktu satu bulan bagi pengrajin untuk menyelesaikan 1 lembar batik tulis asli.

Di Stan Kecamatan Sidoharjo juga dipajang batik khas daerah setempat. Batik Parnaraya, namanya. Batik yang khas dengan warna berani nan cerah, corak dan ragamnyapun unik. Batik jambu mete salah satu produk unggulannya. Menyediakan batik cap dan tulis, dari harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah . Kapasitas produksi hingga 300 potong/bulan. Menurut keterangan Ika, sebagai penjaga stan, pangsa pasar batik Parnaraya bahkan sudah sampai ke luar Negri. Ausrtalia dan Malaysia, lebih menyukai batik tulis Parnaraya motif jambu mete. Sejak berdiri dua Tahun yang lalu, kini batik parnaraya sudah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 82 orang.[Eka]

Sumber: infowonogiri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar