Saturday, 23 August 2014

Penambang Emas Tradisional Diajak Beralih ke Boraks

Aktivitas pertambangan rakyat di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Selasa (19/8/2014). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Aktivitas pertambangan rakyat di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Selasa (19/8/2014). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI – Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wonogiri bakal menggandeng pakar geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogja untuk melakukan sosialisasi pengolahan bijih emas menggunakan boraks. Pengolahan bijih emas menggunakan boraks lebih ramah lingkungan dibanding merkuri.

Kabid Pertambangan Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wonogiri, Patrem, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi pencemaran merkuri dari pengolahan pertambangan rakyat emas di wilayah Desa Jendi, Kecamatan Selogiri.
“Kami sudah berkoordinasi dengan UGM, Jogja untuk menyelenggarakan penyuluhan pengolahan bijih emas menggunakan boraks. Jika menggunakan boraks lebih ramah lingkungan dibanding merkuri,” katanya kepada solopos.com, Kamis (21/8/2014).

Selain itu, pihaknya akan melaksanakan program alih profesi bagi para penambang rakyat emas. Namun, diperkirakan jumlah penambang rakyat emas yang mengikuti program alih profesi cukup sedikit. Mereka tetap memilih mengais rezeki dengan mencari bijih emas lantaran penghasilannya tinggi.

Lebih jauh, Patrem menjelaskan tak menutup kemungkinan bakal menyusun regulasi untuk menata pertambangan rakyat emas di Selogiri. Regulasi tersebut berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas terlebih dahulu dengan DPRD Wonogiri.
Namun, saat ini, pihaknya memrioritaskan dahulu penanganan dampak pengolahan bijih emas menggunakan mercuri.

Di sisi lain, Camat Selogiri, Bambang Haryanto, menyatakan jumlah mesin pengolah bijih emas milik pertambangan rakyat sebanyak 353 unit. Sementara jumlah penambang rakyat emas berkisar ratusan orang.
Mayoritas lokasi pertambangan rakyat emas berada di Desa Jendi dan Keloran. Namun, ada beberapa lokasi pertambangan rakyat emas lainnya di Desa Kepatihan, Nambangan, dan Sendangijo.

Sumber : solopos

No comments:

Post a Comment